This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 16 Desember 2021

PRAKTIK SIBALIPARRIQ DI MANDAR WUJUD EKSISTENSI BELA NEGARA DALAM KEBHINEKAAN

 Praktik Sibaliparriq Di Mandar Wujud Eksistensi Bela Negara dalam Kebhinekaan


Tradisi/budaya lokal suku Mandar di Kab. Majene, Sulawesi Barat memindahkan rumah panggung dengan gotong royong (Foto : Arham)

Indonesia merupakan salah satu negara yang dikenal dan diakui memiliki beragam potensi, serta memiliki 17.000 kepulauan yang terbentang dari Sabang sampai Marauke, di dalamnya terdapat beranekaragam budaya/adat istiadat yang berkembang seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan masyarakat.

Kebudayaan tercipta karena kebiasaan yang berkembang dan diterima oleh masyarakat serta berpengaruh pada tatanan kehidupan masyarakat tersebut. Kebudayaan dapat tercipta juga karena melalui interaksi social antara individu dengan individu, antar kelompok dengan kelompok lainnya. Kebudayaan bukanlah semata-mata warisan suatu masyarakat tetapi juga merupakan seni hidup (the art of living) masyarakat agar tetap survive. Pada dasarnya, setiap kebudayaan adalah entitas (wujud) yang memiliki dirinya sendiri, Departemen Pendidikan Nasional, termasuk Mandar terutama di Kelurahan Mosso Kecamatan Sendana yang memiliki beragam adat kebiasaan salah satunya yaitu Sibaliparriq. Tentu saja, nilai-nilai luhur yang tumbuh menarik untuk dikaji secara mendalam, terutama dalam kaitannya dengan realitas nilai yang berkembang dinamis seiring dengan perubahan waktu dan batas-batas ruang. 

Sibaliparriq berasal dari beberapa kata si- berarti saling berhadapan bali berarti jawab atau lawan sedangkan parri bermakna susah atau sulit. Jadi apabila dilihat dari segi bahasa maka sibaliparriq adalah saling membagi kesusahan atau lawan dari kesusahan. Sedangkan dari segi istilah sibaliparriq dapat diartikan sebagai konsep kerjasama antara suami istri dalam rumah tangga untuk mengatasi masalah materil/ekonomi maupun sprituil agar dapat dikerjakan secara bersama demi keutuhan keluarga. Ahmad Sahur dalam salah satu pengertian dikemukakan bahwa sibaliparriq adalah kerjasama antar suami istri dalam hal materi maupun spiritual. Abdul Mthalib (1970) 

Sedangkan menurut Ansar (2013) konsep sibaliparriq mengandung makna gotong royong, saling pengertian, saling membantu, ikhlas, mitra sejajar antara suami istri dan seisi rumah tangga termasuk anak dan siapa saja yang ada dalam rumah tangga tersebut dalam membangun rumah tangga yang harmonis dan langgeng.

Sibaliparriq juga adalah salah satu konsep nilai kebudayaan yang ada di Mandar dimana pengaplikasiannya masih diterapkan sampai sekarang. Konsep ini dapat dimaknai sebagai konsep kebersamaan, gotong royong atau sekaligus kesetaraan. Apabila dipandang dalam sudut rumah tangga, maka dapat dipahami bahwa konsep ini mengharuskan perempuan atau istri untuk membantu kegiatan suami terutama dalam hal mencari nafkah untuk keluarga. Dengan pemahaman ini, posisi istri dan suami di mata orang Mandar tidak dipandang timpang atau tidak berbeda, selain pegangan bahwa suami mutlak tampil sebagai pemimpin dan bertanggung jawab penuh atas kehidupan perekonomian rumah tangga. Namun demikian, istri juga memiliki tanggung jawab yang setara atas kehidupan dan langgengnya bahtera rumah tangga, terutama urusan ekonomi dan pendidikan yang berkaitan dengan nilai-nilai kehidupan dan beragama. 

Faktor-Faktor Yang Mendasari Perilaku Sibaliparriq

  Perilaku adalah pengertian umum dari akhlak istilah bahasa Arab dari kata khuluk yang berarti perilaku, perilaku itu sesungguhnya merupakan aktifitas dari prinsip, nilai, atau keyakinan dari seseorang. Perilaku juga biasa diartikan sebagai segala tindakan manusia yang disebabkan baik karena dorongan organisasinya, tuntunan lingkungan alam, dorongan organisme serta hasrat psikologinya maupun karena pengaruh masyarakat dan kebudayaannya. Seorang ahli psikologi, Skinner merumuskan bahwa yang dimaksud dengan perilaku manusia adalah respon atau reaksi seseorang tehadap stimulus (rangsangan dari luar). Teori Skinner ini lebih dikenal dengan teori SOR (Stimulus Organism Response). 

Kehidupan sehari-hari manusia senantiasa melakukan aktivitasaktivitas kehidupannya atau dalam arti melakukan tindakan baik itu erat hubungannya dengan dirinya sendiri ataupun berkaitan dengan orang lain yang biasa dikenal dengan proses komunikasi baik itu berupa komunikasi verbal atau perilaku nyata, akan tetapi di dalam melakukan perilakunya mereka senantiasa berbeda-beda antara satu dengan lainnya, hal ini disebabkan karena motivasi yang melatar belakangi berbeda-beda.

 Kaitannya dengan sibaliparriq, ada hal-hal yang memicu sehingga perilaku tersebut diaplikasikan. Walaupun pada masyarakat Mandar menganggap bahwa perilaku sibaliparriq muncul dengan sendiri karena adanya kesadaran serta keikhlasan yang timbul dari dalam diri istri maupun 10 suami. Pengaruh tersebut dapat terjadi akibat faktor eksternal yang terjadi dalam masyarakat Mandar, seperti Budaya,Tuntutan Ekonomi, Pendidikan Dan Motivasi Kerja.

Dinamika Budaya Sibaliparriq Pada Masyarakat Mandar

ini zaman semakin maju dengan teknologi yang makin canggih, dan ilmu pengetahuan yang semakin berkembang, maka tidak heran jika banyak terjadi perubahan atau pergeseran nilai budaya dalam masyarakat.

 Perubahan tersebut merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Kehidupan bermasyarakat merupakan upaya adaptasi kolektif terhadap tantangan lingkungan, tetapi juga mempunyai konsekuensi bahwa mereka harus selalu menyesuaikan hubungan internal maupun eksternal, sesuai dengan tuntutan yang serba terus berubah dari zaman ke zaman. Perubahan dan dinamika dalam suatu masyarakat dan kebudayaan merupakan suatu ciri yang sangat hakiki dan merupakan suatu fenomena yang selalu mewarnai perjalanan sejarah setiap masyarakat dan kebudayaan. Setiap masyarakat selalu mengalami transformasi, sehingga tidak ada satu masyarakat pun yang mempunyai potret yang sama dalam waktu yang berbeda, baik masyarakat tradisional maupun masyarakat modern. 

Perubahan tersebut memperlihatkan hal-hal yang menggembirakan, tetapi juga mengkhawatirkan apabila dipandang dari sisi perkembangan budaya. Banyak upaya untuk mengembangkan aspek-aspek dan nilai-nilai yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, informasi dan media, karena pengaruh derasnya arus globalisasi. Di tengah-tengah perubahan yang sesuai dengan harapan, terjadi pula kondisi yang tidak menguntungkan. Semua itu perlu 2 diperhitungkan dan diantisipasi dalam menyikapi perubahannya. Hal itu meliputi hampir semua aspek kehidupan, yaitu; geografi, demografi, sumber kekayaan alam, idiologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan.

Akhir Kata

Pemahaman masyarakat Mandar tentang budaya Sibaliparriq  Bahwa sibaliparriq adalah budaya saling membantu, bekerja sama atau bergotong royong, saling pengertian dan mengambil peran dalam keluarga untuk memenuhi kebutuhanatau mencari nafkah maupun dalam urusan rumah tangga dan semua anggota kelurga antara suami dengan isteri dan anaknya juga ikut terlibat dan juga Budaya sibaliparriq di dalam keluarga meningkatkan ekonomi keluarga dan membuat hubungan keluarga menjadi harmonis dan langgen.


 DAFTAR PUSTAKA

“Dinamika”. Kamus Besar Bahasa Indonesia Online. http://pusatbahasa.kemdiknas.go.id/kkbi (20 Oktober 2015).

Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indoensia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Ansar, Aktualisasi Nilai-nilai Budaya Lokal pada Perkawinan Adat Mandar. Makassar: De La Macca.

Muthalib, Abdul. Kamus Bahasa Mandar-Indonesia. Jakarta: Pusat Pembinaan dan pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan


By Luluareq Hendrik

Jumat, 01 Januari 2021

ARTIKEL Peranan Teknologi pada Era 4.0 di masa Pandemi Covid – 19

 Tugas individu artikel

Hendrik

Peranan Teknologi pada Era 4.0 di masa

Pandemi Covid – 19

Posted on 8 Juli 2020 by dispernaker

Perkembangan teknologi pada zaman era modern ini sangatlah pesat, saat ini teknologi telah

memberikan banyak manfaat dalam kemajuan diberbagai aspek. Perkembangan itu bukan

hanya dalam hitungan tahun, bulan, atau hari, melainkan jam, bahkan menit atau detik

terutama berkaitan dengan teknologi informasi dan komunikasi yang ditunjang dengan

teknologi elektronika. Penggunaan teknologi oleh manusia dalam membantu menyelesaikan

pekerjaan merupakan hal yang menjadi keharusan dalam kehidupan. Perkembangan teknologi

ini juga harus diikuti dengan perkembangan pada Sumber Daya Manusia (SDM).

Manusia sebagai pengguna teknologi harus mampu memanfaatkan teknologi yang ada saat

ini, maupun perkembangan teknologi tersebut selanjutnya. Adaptasi manusia dengan

teknologi baru yang telah berkembang wajib untuk dilakukan melalui pendidikan. Hal ini

dilakukan agar generasi penerus tidak tertinggal dalam hal teknologi baru. Dengan begitu,

teknologi dan pendidikan mampu berkembang bersama seiring dengan adanya generasi baru

sebagai penerus generasi lama.

Dimasa pandemi Covid – 19 telah terjadi banyak perubahan bagi kehidupan umat manusia di

berbagai aspek. Jadi apa itu Covid 19 ? Covid 19 atau CoronaVirus adalah suatu kelompok

virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Beberapa jenis

coronavirus diketahui menyebabkan infeksi saluran nafas pada manusia mulai dari batuk

pilek hingga yang lebih serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe

Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus jenis baru yang ditemukan menyebabkan

penyakit COVID-19. Covid – 19 ini merupakan penyakit menular yang pertama kali muncul

Wuhan Tingkok pada bulan Desember 2019 dan pada saat ini sudah hampir seluruh negara

yang ada di dunia ini terjangkit / tertular penyakit Covid 19.

Ditengah masa pandemi Covid – 19 ini muncul sebuah aturan terutama di Indonesia yang

dimana masyarakat Indonesia di haruskan untuk menjaga jarak antara satu dengan yang lain

minimal satu setengah meter sehingga masyarakat Indonesia dipaksa untuk stay at home /

dirumah saja dan melakukan seluruh aktivitas dari rumah seperti berkerja dari rumah, belajar

dari rumah dan ibadah dari rumah.

Dengan adanya aturan untuk beraktivitas dari rumah seperti bekerja dari rumah, belajar dari

rumah, ibadah dari rumah dan seluruh kegiatan dilakukan dari rumah, kegiatan – kegiatan

inilah yang membutuhkan peran teknologi untuk melakukan kegitan – kegitan tersebut. Peran teknologi pada masa Covid – 19 ini sangatlah besar, contohnya saja seperti belajar dari

rumah, pembelajaran ini dilakukan melalui DARING atau dalam jaringan dengan

memanfaatkan sebuah aplikasi atau web yang biasa disebut dengan e-learning. E-learning ini

sebagai payung dari segala jenis pembelajaran. Ada beberapa defenisi e-learning sebagai

berikut : “E-learning adalah Pembelajaran yang disusun dengan tujuan menggunakan suatu

sistem elektronik atau juga komputer sehingga mampu untuk mendukung suatu proses

pembelajaran”(Michael, 2013:27). “E-learning adalah Suatu proses pembelajaran jarak jauh

dengan cara menggabungkan prinsip-prinsip didalam proses suatu pembelajaran dengan

teknologi” (Chandrawati, 2010). “E-learning adalah suatu sistem pembelajaran yang

digunakan sebagai sarana proses belajar mengajar yang dilaksanakan tanpa harus bertatap

muka dengan secara langsung antara pendidik dengan siswa/i “(Ardiansyah)

Dari beberapa defenisi yang telah di paparkan diatas dapat disimpulkan bahwa e-learning

merupakan suatu proses pembelajaran jarak jauh yang berbasis elektronik dengan

memanfaatkan media jaringan komputer. Selain menggunakan e-learning sebagai sarana

pembelajaran dosen, guru siswa/i dan mahasiswa/i menggunakan sarana media WhatshApp,

Telegram dan video conference seperti Zoom, CloudX dan lain -lain.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More