Selasa, 30 Agustus 2022

Aku belajar dari setiap Sabda-Mu


Aku belajar dari setiap Sabda-Mu


Ketika aku berusaha menerjemahkan Bismillah dengan ketinggian cinta’, teringat bahwa dalam bahasa arab simbol untuk menyebutkan identitas diri ialah ‘ismun’, bermakna ‘ketinggian’. Tidak aneh rasanya jika langit yang tinggi itu disebut ‘samaa’. Dalam al-Qur’an menyebut ‘Asmaa A Kullaha‘, ini merupakan pesan jika yang Allah ajarkan kepada Nabi Adam adalah tentang ketinggian, hakikat, filosofis yang tenggelam dalam tubuh semesta. Kita memang tak sejalan dengan khalil Gibran yang mengatakan bahwa alasan terciptanya kita hanya untuk “Hidup,lahir, berlalu...”. Kita harus mensejarah, dan mengabdi pada “Tuhan, Alam, dan Manusia”

ternyata aku lupa bahwa aku belum juga tidur , padahal sudah menuju sepertiga malam. Aku tak henti berusaha menghayalkan sesuatu dan memohon ampun.

Tuhan yang maha besar memiliki kepintaran maha dahsyat, ilmu-nya tak terbatas . walau pohon jadi pena dan lautan jadi tinta, maka ilmunya tak pernah tergambarkan oleh apapun.”

Aku tak henti berkomat-kamit dan bercerita tentang harapan malam ini:

engkau telah menuliskan catatan hidupku, aku adalah hamba yang bodoh bukan bodoh tak bisa membaca ataupun nulis, tapi aku tak pernah merasa punya sesuatu yang banyak karena aku sadar dan yakin bahwa jasadku adalah milikmu ya Allah, bahwa qolbuku adalah milik Allah dan untuk-nya, bahwa ruhku milik allah dan untuk-nya, dan bahwa apa yang  kumiliki adalah milik Allah dan untuk-nya.”

 

Harapan ialah sarapan yang baik pada waktu pagi walau menjadi mimpi buruk dimalam hari.

 

           Hendrik

Mahasiwa dari kampus kehidupan

 

Mjn, 31/08/22

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More